Tampilkan postingan dengan label bagaimanakah cara kerja mesin cuci top loading. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bagaimanakah cara kerja mesin cuci top loading. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 November 2016

Cara Kerja Mesin Cuci Top Loading

Mengapa dinamakan sebagai mesin cuci top loading? Karena cara memasukkan pakaiannya dari atas. Namun cara bekerjanya adalah dengan memutar cucian, air beserta detergen ke kanan dan ke kiri dengan menggunakan baling-baling atau yang biasa disebut dengan pulsator yang letaknya di dasar tabung, sementara untuk dinding-dinding tabung tidak bergerak. Pada mesin cuci jenis tertentu, dinding tabung juga bergerak berlawanan dengan pulsator pada saat proses pencucian. Pada saat pengeringan, pulsator dan tabung mengunci dan berputar bersama-sama dengan kecepatan putaran yang tinggi sehingga air terpisah dari cucian.

Mesin cuci top loading ini, semua proses pencucian dilakukan sendiri oleh mesin cuci tanpa campur tangan kita, sehingga kita dapat melakukan pekerjaan lainnya. Hal ini dimungkinkan karena adanya modul control (pengendali) dan beberapa sensor, yaitu sensor ketinggian air, sensor pintu, inlet valve, drain valve, clutch dan motor. Nah, selanjutnya akan kita bahas sirkuit diagram spare part pendukung mesin cuci type ini.

Kalau kita lihat gambar di samping, terdapat elektronik controller yang berfungsi sebagai otak pengendali dari mesin cuci ini. Dihubungkan dengan safety sw yang berfungsi sebagai pengaman apabila pintu terbuka. Water level sensor berfungsi mendeteksi ketinggian air sesuai beban cucian. Motor traction (drain motor) berfungsi untuk membuka kran pembuangan sekaligus me-mindah posisi clutch dari posisi mencuci ke pengering atau sebaliknya. Inlet valve berfungsi untuk membuka dan menutup pemasukan air ke mesin cuci. Nah, dari sini sudah paham kan....? untuk lebih jelas lagi, ini saya muat gambar – gambar spare partnya.

Electronic controller


Dari modul controller ini semua proses pencuci-an dikendalikan. Mulai dari perintah mendeteksi jumlah cucian, jumlah air yang diperlukan, lamanya proses mencuci, jumlah pembilasan, serta proses pengeringan (spin). Juga mendeteksi adanya kesalahan seperti pintu yang terbuka ataupun air yang tidak masuk atau keluar.